• 1234.jpeg
  • 12345.jpg
  • prodeo - Copy.jpg
  • prodeo.jpg
  • Prodeo12.JPG
Menu

IMPELEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG RI (PERMA) NO.1 TAHUN 2016

TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN

Secara etimologi, istilah mediasi berasal dari bahasa latin “mediare“ yang berarti berada di tengah. Makna ini menunjuk pada peran yang ditampilkan pihak ketiga sebagai mediator dalam menjalankan tugasnya menengahi dan menyelesaikan sengketa antara para pihak.

Mediasi di dalam Pengadilan mulai berlaku di Indonesia sejak diterbitkannya Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. PERMA ini bertujuan menyempurnakan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 1 Tahun 2002 tentang Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama dalam Menerapkan Lembaga Damai sebagaimana diatur dalam pasal 130 Herziene Inlandsch Reglemen (HIR) dan pasal 154 Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg). Pasal 130 HIR dan 154 RBg sebagaimana diketahui mengatur tentang lembaga perdamaian dan mewajibkan hakim untuk terlebih dahulu mendamaikan para pihak yang berperkara sebelum perkaranya diperiksa.

 

Dalam perjalanannya aturan mengenai mediasi ini sudah mengalami beberapa perubahan, berikut beberapa perubahannya terkait mediasi di pengadilan.

  1. HIR pasal 130 dan Rbg pasal 154 telah mengatur lembaga perdamaian. Hakim wajib terlebih dahulu mendamaikan para pihak yang berperkara sebelum perkaranya diperiksa.
  2. SEMA No 1 tahun 2002 tentang pemberdayaan lembaga perdamaian dalam pasal 130 HIR/154 Rbg.
  3. PERMA No 02 tahun 2003 tentang prosedur mediasi di Pengadilan.
  4. PERMA No 01 tahun 2008 tentang prosedur mediasi di Pengadilan.
  5. Mediasi atau APS di luar Pengadilan diatur dalam pasal 6 UU No. 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
  6. Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Kedudukan dan peran mediasi dalam menyelesaikan sengketa di pengadilan dianggap sangat penting bahkan dalam perma yang terakhir disebutkan bahwa jika para pihak terutama Penggugat/Pemohon tidak beritikad baik dalam melaksanakan mediasi maka gugatan dari Penggugat/Pemohon bisa tidak diterima oleh pengadilan yang bersangkutan.

Tak terkecuali Pengadilan Agama Tarakan dalam hal implementasi Perma nomor 1 tahun 2016 ini juga berusaha menerapkan aturan tersebut semaksimal mungkin dengan harapan perkara yang di ajukan tersebut dapat diselesaikan dengan cara damai tanpa harus lanjut ke proses persidangan.

Mediasi sebagai salah satu solusi alternatif sudah lama dikenal dalam Islam, khususnya dalam bidang perkawinan. Mediasi tersebut dilakukan dengan bantuan hakamain yang ditunjuk dari kerabat kedua belah pihak sebagaimana Surah an-Nina’ ayat 35. Pengangkatan hakamain dalam penyelesaian sengketa perkawinan khususnya syiqaq juga telah diintegrasikan dalam proses beracara di Pengadilan Agama. Hal itu dibuktikan dengan diaturnya masalah pengangkatan hakamain dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 76 Ayat (2). Namun, pada kenyataannya jarang sekali hakim mengangkat hakamain sebagai­mana maksud pasal tersebut di atas.

Oleh karena itu pada perkara dengan nomor register 0505/Pdt.G/2017/PA.Trk. di mana pada proses mediasi yang berlangsung selama tiga kali tersebut mediator pada saat itu adalah ibu Yurita Heldayanti, S.Ag. M.H. berusaha melibatkan pihak keluarga guna memaksimalkan proses mediasi tersebut dan alhamdulillah mediasi berhasil dengan kesepatakan damai dan pekara tersebut dicabut Pemohon. (HB)

  • 01.bu_yurita1.jpg
  • 02.Achmad_fausi1.jpg
  • 03.Busyra1.jpg
  • 04.Moh.Asngari1.jpg
  • 05.Nurwijayanto1.jpg
  • 06.Muhammad_sahir1.jpg
  • 07.Muhammad_Yusuf1.jpg
  • 08.Norhuda1.jpg
  • 09.Rajib_Syahri1.jpg
  • 10.Fahrizal_Iswanto1.jpg
  • 11.Hasan_Basri1.jpg
  • 12.Sri_Maryani1.jpg
  • 13.Juli_Nursanti1.jpg
  • 14.Irawan1.jpg
  • 15.Fuji_Lestari1.jpg
  • 16.Agus-Sri_Wijayanti1.jpg
  • 17.Sofyan_Hardiansyah1.jpg
  • 18.Abdul_Jabbar1.jpg

PENGADILAN AGAMA TARAKAN
JL. SEI SESAYAP NO. 1 KEL.KAMPUNG EMPAT
KEC. TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN
TELP : 0551-21003
FAX : 0551-2038585
EMAIL : [email protected]

Go to top